Eko Hadi Prasetiyono

Juni 15, 2009

MENEGANGKAN, MEMALUKAN DAN MENYENANGKAN (sebuah catatan di hari pengumuman kelulusan siswa)

Filed under: Uncategorized — ekohadip @ 9:51 p

pagi di sanur Hari merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh para siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Ya… mereka sangat menantikan kedatangan hari ini. Ini merupakan salah satu hari yang (sangat) menentukan dalam hidup mereka. Sebagian besar dari para siswa sangat menantikan kedatangan hari ini, walaupun ada sebagian kecil yang kurang atau bahkan tidak memperhatikan sama sekali akan hari ini. Betul, saya yakin anda sudah tahu, hari ini merupakan hari pengumuman kelulusan siswa SMA dan sederajat.

Berhari-hari sudah mereka kelimpungan dengan akan datangnya hari ini. Ketika masih lama, mereka seakan tidak begitu perhatian. Biasa saja. Namun, dengan adanya kejadian yang menghebohkan dunia pendidikan di tanah air – lebih dari tiga puluh sekolah yang diberitakan tidak lulus seratus persen -, maka para siswa menjadi lebih memperhatikan kedatangan hari ini.

Berita kedatangan hari pengumuman yang simpang siur, serta ditambah dengan gosip bahwa pengumuman dilaksanakan tanggal dua belas Juni, maka berbondong-bondonglah siswa ke sekolah (ini mungkin hanya di tempat saya). Hal ini semakin menambah ketegangan menantikan hari ini. Ada juga yang bisa merasa sedikit agak lega, karena mereka mendapat kabar yang kabur bahwa pengumuman akan dilaksanakan bulan depan. Berita ini ada yang menyikapi dengan ekspresi yang menunjukkan ketidaksenangan, mereka ini merasa semakin dag dig dug saja.

Di sekolah kami, sejak datangnya reformasi, pengumuman kelulusan diberikan ke siswa dengan kertas tertutup amplop dan dikirim melalui kurir. Di awal reformasi, pengumuman seperti ini dikirim ke rumah masing-masing siswa. Bisa dibayangkan, tempat tinggal siswa (kurang lebih tiga ratus siswa) yang tidak sama, bahkan ada yang lain kabupaten dengan jarak lebih dari tiga puluh kilo meter. Pengumuman yang sampai ke siswa ada yang lebih dari jam enam petang. Siswa dan orang tua/wali siswa kelimpungan menunggu hasil pengumuman yang begitu lama. Akhirnya, belajar dari kejadian tersebut dibuatlah suatu kebijakan baru. Siswa yang mempunyai tempat tinggal yang berdekatan atau searah atau sesuai kemauan siswa dikelompokkan di tempat tertentu. Di tempat itulah siswa menerima hasil – pengumuman kelulusan. Namun ada kebijakan tersendiri untuk tahun ini, karena ada siswa-siswa yang tidak lulus, khusus yang tidak lulus pengumuman diantar ke rumah tempat tinggal masing-masing.

Aaaaaaaaaah datang juga kau hari pengumuman. Tahun ini merupakan tahun yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sungguh luar biasa- sangat jauh dari biasa kalau tahun – tahun lalu sekolah kami bisa meluluskan seratus persen. Untuk tahun ini hanya bisa meluluskan sembilan puluh enam koma delapan belas persen.

Perasaan malu tentu ada, namun tidak perlu larut dalam-dalam. Itulah fakta yang harus diterima. Itulah hasil terbaik yang bisa dicapai untuk tahun ini. Mungkin Allah mengingatkan bahwa kami harus berbuat lebih baik lagi. Perasaan gembira ria melorot runtuh sedikit demi sedikit menjadi sedih…peeeedddddiiiiiiiihhhh ….. melihat hasil nilai ujian nasional siswa. Satu persatu kami teliti. Banyak terdapat nilai sembilan (wuiiih lebih dari seratus lima puluh nilai)…. delapan (masih sangat menggembirakan) …. tujuh….. enam….. lima ….. empat koma dua lima …………………………………. aaaaaahhhhh ada yang tiga koma sekian ……………… oh oh oh oh ………. turun lagi ………… uuuuuhhhhh uuuuuuuuuuhhh uuuuuuh ada yang dua koma nol nol.

Dada terasa sesak menyaksikan ada beberapa nilai dengan kepala dua dan tiga. Alamat yang nyata bahwa mereka tidak lulus. Sungguh tragis…. hanya satu nilai yang dengan kepala yang mematikan itu siswa-siswi dengan nilai yang rata-rata di atas tujuh harus tersungkur atau paling tidak tertunduk lesu – malu bercampur gregetan yang tidak karu-karuan – harus menerima keadaan t i d a k l u l u s.

HHHHHuuuuuuuuuuuuuuuuup ………………… wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuh hhhhhuuuuuuuuuuuup ………………………………..wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuh hhhhhuuuuuuuuuuuup ………………………………..wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuh yah harus ambil dan mengeluarkan nafas dalam dulu. Sedikit demi sedikit semakin lega. Sesak di dada terasa hilang.

Yuup. Bisa dibayangkan, para siswa duduk termenung. Ada yang menyendiri, ada yang berkelompok dengan tiga atau empat teman yang akrab. Ada juga yang biasa-biasa, terasa tidak ada yang istimewa dengan hari ini. Ada juga yang sedikit berbicara, menerawang jauh dengan sambil berkata lirih .. lulus apa tidak ya. Berkata begitu pambil membayangkan ketika mengerjakan ujian banyak yang tidak bisa. Kesal dan menyesal kenapa dulu tidak relajar dengan rajin. Ya menyesal memang datangnya belakangan.

Breeem breeem diiiiiiiin diiiiiiiin. Kurir datang. Horeee …..horeeee horeeeee. Betapa riuh riangnya para siswa yang menerima hasil pengumuman dengan pemberitahuan kalau mereka lulus. Mereka buka amplop masing masing. Ada yang mengawali dengan do’a Bismillah semoga lulus. Ada membuka amplop sambil menutup mata. Dan …….. sebentar kemudian terdengar teriakan Aku luluuuus…. Aku jugaaaa….. Alhamdulillah… Puji Tuhan teriak mereka sambil jabat tangan.. ada yang saling cium pipi (biasanya cewek-cewek yang melakukan ini). Macam-macam tingkah polah yang menunjukkan kegembiraan mereka.

Bagi para siswa yang tidak lulus, jangan terlalu berkecil hati. Anda sudah berusaha sebaik mungkin- hanya nasib baik – sedikit kurang berpihak pada anda. Tumbuhkan semangat untuk selalu relajar, masih ada kesempatan. Segera hubungi sekolah untuk segera daftar di progam paket C. Kalau tidak ada perubahan ujian paket C dilaksanakan tanggal 23 sampai dengan 26. Tumbuhkan semangat untuk menjadi lebih baik. Semoga sukses.

Saya ucapkan selamat kepada anda semua yang lulus. Merayakan kegembiraan karena lulus itu baik. Bersyukur pada Allah, terima kasih pada orang tua. Itu jangan lupa.

Alangkah bijaksananya anda, kalau anda melaksanakan perayaan kegembiraan dengan tidak berkonvoi dan atau corat-coret di tempat yang tidak semestinya, baju tau tembok. Itu tidak baik. Rayakan kegembiraan anda dengan melakukan kebaikan. Jangan membuat teman anda yang tidak lulus semakin shock melihat tingkah anda yang bisa jadi mereka artikan penghinaan bagi yang tidak lulus. Beri dukungan, motivasi kepada teman anda yang tidak lulus, untuk bisa menghadapi kenyataan dengan lapang dada dan bijaksana.

Semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan.

2 Komentar »

  1. pasti pak

    Komentar oleh rizalbfc — Juni 16, 2009 @ 11:29 p | Balas

  2. terima kasih atas do’anya pak….. salam dari anak BFC semua
    RIZAL
    ROSID
    SANTO
    SOBIR
    NOFRIZAL
    ARIS
    YUSROTUL
    ANAS
    DEWI INTAN
    YASA
    & RIZA W

    Komentar oleh rizalbfc — Juni 16, 2009 @ 11:31 p | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: