Eko Hadi Prasetiyono

Maret 8, 2009

Pencerahan

Filed under: Ide yang baru muncul — ekohadip @ 2:33 p

wajah-ibu Ini adalah wajah Ibu yang kami banggakan.

Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diadakan kemarin, sabtu 7 Pebruari 2009, mendatangkan Ustadz Aksan dari Malang. Sedangkan pagi ini, OSIS SMA Negeri 1 Pare, berusaha berbagi kebaikan kepada sesama. Kali ini yang dibagikan berupa mie instan. Mie instan hasil pengumpulan dari tiap-tiap kelas dan dari Bapak Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Pare dibagikan ke Pantai Asuhan yang berada di lingkungan Pare, Gurah dan sekitarnya.

Pada acara kemarin, diawali dengan sholat dhuha dan istighosah bersama. Setelah acara selesai dilanjutkan dengan acara berikutnya yaitu ceramah keagamaan. Ustadz Askan di dalam memberikan materi ceramah tidak hanya ceramah, tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga mirip dengan pemberian motivasi. Motivasi untuk mencapai sukses dalam kehidupan ini.

Acara yang dikemas seperti ini, nampaknya lebih menarik ketimbang ceramah yang monoton.  Ini terbukti dengan keasyikan para siswa di dalam mengikuti acara ini. Ilustrasi musik dan selingan pemutaran film yang menggugah perasaan, membius para audience.

Alangkah berdosanya kalau kita berani kepada orang tua. Ustadz Askan memberikan contoh beberapa koleganya yang tidak sukses karena hijab / terhalang oleh keberanian kepada orang tua dan juga berani pada guru.

Setelah memberikan ilustrasi ketidak berhasilan karena hijab dengan orang tua. Mata para audience diminta untuk dipejamkan. Ustadz Askan memberikan ilustrasi ayat-ayat yang tertulis di dalam Alqur’an ke layar LCD serta meminta kepada audience untuk merenungkan tingkah laku yang pernah diperbuat dan mengingat kebaikan yang telah dilakukan dan diberikan oleh orang tua. Sementara itu ustadz Askan memberikan ilustrasi deskripsi secara oral apa-apa yang telah kita perbuat yang mungkin menyakiti orang tua. Apapun yang dilakukan oleh orang tua, demi kebaikan anaknya.

Sahdunya ilustrasi musik yang diperdengarkan, serta menyentuhnya ungkapan-ungkapan yang digunakan oleh Utadz Askan ke dalam relung hati sanubari yang dalam, membuat suasana menjadi hening dan terdengar isak tangis dari para peserta. Menangis karena apa saya tidak tahu pasti. Mungkin perasaan menyesal telah berbuat yang kurang baik kepada orang tua. Menangis karena bahagia, menangis karena pura-pura biar kelihatan menghayati dan mengerti isi ceramah,saya juga tidak tahu.Siapa yang tahu isi hati seseorang kalau bukan Allah dan dirinya sendiri.

Saya sendiri ikut menangis –  mengeluarkan air mata. Saya merasa sangat bangga kepada orang tua saya, terutama ibu. Bagaimana tidak bangga?  Ibu saya, sendirian karena orang tua tunggal, bapak saya sudah meninggal dunia ketika saya masih SMP kelas satu, ibu berjuang membesarkan saya dan kakak saya, sehingga bisa menempuh pendidikan yang tinggi. Alangkah beratnya beban beliau saat itu.

Dulu saya tidak berpikiran bahwa menyekolahkan anak itu butuh biaya yang besar. Saya dulu berpikiran, menyekolahkan anak sudah menjadi kewajiban orang tua. Sebagai anak tugas saya belajar sebaik mungkin. Sudah. Ternyata biaya pendidikan hidup dan pendidikan itu sangat besar. Namun dengan perjuangan yang gigih, Alhamdulillah, beliau bisa mengantarkan saya seperti saat ini.

Ibu saya mempunyai prinsip, anak harus diberi bekal iman serta ilmu sebanyak-banyaknya. Bekal hidup tidak harus berupa materi, tetapi ilmu, itu lebih penting.

Bagusnya acara seperti ini, sangat disayangkan, masih ada siswa yang tidak mengikutinya.

Semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: