Eko Hadi Prasetiyono

Februari 28, 2009

Cobaan

Filed under: Uncategorized — ekohadip @ 10:13 p

kelud-51 Ada saja permasalahan yang datang menghampiri. Meskipun permasalahan itu bukan permasalahan diri, tetapi menyangkut anak didik, berarti juga merupakan permasalahan yang perlu dihadapi dan dipecahkan.

Ilustrasi permasalahannya anggap saja seperti ini, walaupun tidak terjadi sama persis;

Permasalahan ini cukup pelik karena menyangkut harga diri seseorang, dalam hal ini salah satu dari siswa. Ada seorang siswa yang merasa dirinya difitnah. Fitnah yang cukup kejam karena menyangkut virginitas seseorang.

Merasa dirinya masih virgin dan tidak berbuat macam-macam. Anak ini mengadu kepada Wali Kelas, Guru Agama dan pasti ke Bimbingan Konseling untuk mencari jalan keluar yang baik. Tindakan yang dilakukan sudah benar.

Permasalahan sebenarnya sudah bisa diatasi, kalau si korban ini bisa menenangkan diri dengan baik, serta menimbang baik buruknya suatu tindakan. Namun si korban ini merasa harus ada penyelesaian dengan cepat kepada anak yang dicurigai.

Solusi sudah dicari dan diberikan kepada si korban. Sedang kepada yang dicurigai juga sudah diberi saran untuk tidak melakukan suatu tindakan memfitnah pada sesama teman, apalagi teman satu kelas. Solusi ini diberikan secara terbuka kepada semua anggota kelas, dengan harapan si dia, yang dicurigai, ini tidak merasa di pojokkan.

Apalagi memang belum ketahuan dengan pasti siapa yang menyebarkan fitnah. Fitnah itu kejam, betul. Tetapi kalau kita belum tahu siapa yang memfitnah dengan sebenarnya, kita beri tindakan padanya, ah malah kita ganti yang memfitnah. Karena kita tidak mau gegabah, kita dengan pelan menyelesaikan masalah tersebut sambil menunggu perkembangannya. Semoga bisa cepat selesai.

Ah kehidupan. Hidup memang penuh dengan permasalahan dan tantangan. Bayi baru lahirpun sudah menghadapi permasalahan. Betapa tidak, si bayi sudah harus berusaha untuk hidup dalam dunia yang baru- yang jauh berbeda dengan dunianya sewaktu masih di dalam kandungan.
Semakin besar, permasalahan yang dihadapi juga semakin besar. Itulah kehidupan.

Sebagai orang beriman, kita yakin kalau segala sesuatu Allah yang mengatur. Allah yang memberi kita nikmat dan cobaan. Allah tidak akan memberi cobaan/permasalahan pada umat kalau umatnya tidak kuat menanggungnya. Sebaliknya, Allah akan menambah nikmat kepada umatNya yang pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan.

“Lho koq saya tidak ditambah nikmat saya, saya sudah bersyukur, bahkan sudah beramal segala. Kekayaan saya koq tetap”. Mungkin ada yang berkata seperti itu.

Baik. Saya akan mencoba menjelaskan sebisa saya. Pertama, kita harus menyadari bahwa nikmat tambahan itu belum tentu nikmat materi, walaupun bisa jadi bisa berupa materi.

Nikmat tambahan yang diberikan Allah kepada umatNya yang bersyukur tidak tentu dalam bentuk harta atau materi. Nikmat yang diberikan bisa jadi hanya bisa dirasakan di dalam hati. Jadi tidak nampak. Nikmat yang tersasa di dalam hati berarti kita bisa menerima apa yang terjadi dengan apa adanya. Kita pasrah serta dengan penuh keyakinan bahwa yang terjadi merupakan keputusan yang diberikan Allah pada kita. Pasrah di sini bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa, usaha tetap dibutuhkan. Kalau kita bisa menerima apa adanya seperti itu, kita akan legowo menerima. Karena legowo itulah tidak ada beban pikiran yang kita derita. Inilah nikmat tambahan yang langsung diberikan, walaupun kita kadang tidak menyadarinya. Ya memang kadang sulit untuk bisa menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita. Kita harus berusaha, berlatih untuk menerima keadaan.

Semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan.

5 Komentar »

  1. astgfirlah…..

    mungkin memang masih ada banyak kejadian yang demikian,fitnah memang selalu merugikan,,

    sangat setuju dengan P.eko tentang “Hidup memang penuh dengan permasalahan dan tantangan” karna hidupitu adalah masalah sehingga tergantung bagaimana kita menghadapinya.

    Komentar oleh cherry — Februari 28, 2009 @ 2:23 p | Balas

    • Ya begitulah kehidupan. semoga hikmah yang ada bisa dipetik.

      Komentar oleh ekohadip — Maret 1, 2009 @ 1:18 p | Balas

  2. Kadang nikmat diberikan disaat yang tidak kita duga, mungkin lama, mungkin juga dekat datangnya.

    Komentar oleh Rofiul Hadi — Maret 1, 2009 @ 12:53 p | Balas

  3. ya ampun….
    ternyata di setiap kelas ada aja masalah2nya, beda2…
    huh…
    knpa sih ada aja yang syirik sm orang lain…
    kasihan tu yg kna fitnah,,,
    tapi paling2 yang fitnah sebenarnya juga sama aja…
    semoga aja Alloh memberi peLajaran kpda yg mmbuat fitnah sekejam itu…

    Komentar oleh yogi yulian — Maret 1, 2009 @ 9:47 p | Balas

    • Baik atau jelek tetap saja ada yang membicarakan, oleh karena itu kita pilih untuk berbuat baik.

      Komentar oleh ekohadip — Maret 2, 2009 @ 7:04 p | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: