Eko Hadi Prasetiyono

Februari 14, 2009

Perayaan Hari Valentin, TIDAK PERLU!!!

Filed under: Ide yang baru muncul — ekohadip @ 10:16 p

Judul postingan kali ini agak  sedikit seru. Memang dibuat seru karena memang
kelud-5merupakan permasalahan yang sebenarnya sepele tetapi dirayakan dengan seru oleh sebagian orang.

Hari ini 14 Februari, bagi sebagian orang merupakan hari kasih sayang atau lebih dikenal dan diketahui dengan valentine’s day.

Saya tidak akan membicarakan sejarah dari valentine ini. Rasanya sudah cukup banyak yang membicarakan terjadi atau lahirnya hari kasih sayang ini, yang notabene mempunyai banyak versi.

Kalau kita mau mencermati lebih dalam, rasanya tidak ada yang istimewa dari hari ini. Sebuah kisah biasa tidak perlu dibesar-besarkan. Tragedi percintaan atau apapun yang terjadi dalam berbagai versi yang kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga dikenal dengan valentine’s day ini, adalah hal yang biasa lumrah.

Menurut saya, tidak ada yang istimewa dari hari kasih sayang yang sudah dikenal dan sering dirayakan oleh sebagian orang ini. hari ini merupakan hari biasa, sama dengan hari-hari yang lain. Masih menurut saya, adanya perayaan yang biasa dikaitkan pemberian bunga, saling tukar kado, manisan ataupun coklat merupakan kegiatan atau acara yang hanya merupakan kegiatan konsumtif.

Perayaan ini sengaja dibesar-besarkan oleh para pelaku bisnis. Mereka melihat adanya peluang besar dalam dunia bisnis. Sentuhan yang halus dalam dunia bisnis, menimbulkan kesan bahwa perayaan ini memang perlu diadakan. Seakan-akan merupakan perayaan atau peringatan yang sangat penting, padahal tidak sama sekali.

Peluang bisnis ini begitu besar, apalagi remaja yang sedang mekar berkembang semerbak mewangi dalam gelora cinta membara. Oleh karena itu remajalah  menjadi tujuan bidikan bisnis yang  utama. Para pelaku bisnis sadar betul bahwa remaja merupakan sasaran empuk bagi pemasaran produk mereka.

Pangsa pasar yang begitu besar maka dibuatlah berbagai model iklan yang menawarkan aneka kebutuhan, kado misalnya,  yang berhubungan dengan valentine. Segala produk dilabeli ungkapan yang menjurus pada valentine.

Melihat peluang yang begitu menganga di depan mata. Hasil besar pasti bisa diraup kalau peluang itu digunakan. Apa hubungannya kasih sayang dengan manisan atau coklat. Paling alasan yang digunakan adalah rasanya yang manis legit. Sama yang dirasakan dengan kasih sayang penuh cinta nan manis. Alaaaah! Alasan yang mengada-ada.

Kalau kita mau lebih bijak dalam menyikapi hari valentine ini. Kita lihat dari latar belakang kelahiran hari valentine ini. Begitu banyak versi yang ada. Kelahiran sesuatu yang dengan latar belakang beranekaragam, jelas perlu diragukan keasliannya yang serta serba membingungkan itu.

Kalau misalnya mau merayakan, kita tidak usah terjebak dengan segala hal yang berhubungan dengan sifat konsumerisme secara berlebihan. Lakukan sewajarnya.

Dulu, beberapa tahun yang lalu. Banyak siswa-siswi yang membagi-bagikan bunga kepada bapak ibu guru. Saling bertukar kado kepada teman. Namun sekarang, rasanya mereka semakin bijak. Bisa memahami bahwa hari valentine tidak ubahnya hari-hari biasa. Tidak ada yang istimewa. Perayaan valentine tidak perlu dilakukan. Valentine merupakan hal yang remeh temeh.

Kasih sayang sebaiknya kita lakukan setiap saat, setiap hari. Tidak perlu menunggu kehadiran tanggal 14 Februari. Lha wong kasih sayang mestinya dipupuk setiap saat, setiap hari, koq diperingati dirayakan dengan menunggu kehadirannya setahun sekali. Janggal!.

Saya tidak melarang serta tidak menyarankan orang untuk merayakan hari valentin ini. Mari kita berfikir yang logis. Cerita yang melatar belakangi perayaan ini nampak sekali dibuat-buat. Orang jawa bilang “digathuk-gathukne ben mathuk” yang penting tujuan bisnis tercapai. Padahal tidak ada hubungan kasih sayang dengan cerita-cerita yang melegenda itu. Pada Salah satu cerita disebutkan adanya kerelaan mati bersama atas nama cinta. Walaah. Lha wong bunuh diri karena cinta  koq diperingati dengan nama perayaan hari kasih sayang atau cinta kasih. Tidak Perlu!

Saya tidak benci adanya valentine. Bagi mereka yang sampai saat ini masih jomblo, belum punya pacar, tidak usah bersedih, jangan lantas obral diri supaya cepat laku dapat pacar. Jangan!.   Rugi anda.

Bagi para perempuan, jaga diri baik-baik dalam segala hal. Jangan gampang percaya pada bujuk rayu  kaum lelaki.  Jangan jadi korban lelaki karena tuntutan kasih sayang pada hari valentine. Bagi lelaki jangan gunakan kesempatan untuk menaklukkan perempuan untuk memuaskan diri.

Mari kita dekatkan diri pada Allah yang Maha Pengasih yang tak pilih kasih, Yang Maha Penyayang selalu sayang pada umatNya.

Semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang tidak berkenan.

6 Komentar »

  1. Wah setujuuu puuoool, pak! Meski saya hampir punya istri, juga tidak merayakan valentine. Ditabung buat bikin rumah ae…kekekekke

    Komentar oleh Rofiul Hadi — Februari 14, 2009 @ 5:56 p | Balas

  2. SssSSSssetuuuuujuuu bangett Mr.Eko,dukungan penuh deh buat bapak.Berantas kebodohan masal O.K

    Komentar oleh nikma — Februari 15, 2009 @ 10:06 p | Balas

    • Buat Nikma n semuanya deh, kalau tidak dari sendiri yang mau berantas kebodohan, siapa lagi?. Allah mewajibkan kita untuk cari ilmu. Baca baca dan baca terus.

      Komentar oleh ekohadip — Februari 15, 2009 @ 10:45 p | Balas

  3. sangat setuju dengan pendapat Pak Eko…

    menurut saya stiap hari merupakan hari kasih sayang,kita bisa merasakannya mulai dari rumah hingga sekolah atau dimanapun kita berada…

    kasih sayang Tuhan adalah yang paling besar dan tidak terduakan…

    Komentar oleh cherry — Februari 16, 2009 @ 1:43 p | Balas

  4. Sekarang kebanyakan budaya tiru-tiru….dari yang bener sampai yang gak bener…..

    Komentar oleh Jizu — Februari 18, 2009 @ 2:56 p | Balas

    • Thanks Aziz 4 visiting me. We should take the good ones.

      Komentar oleh ekohadip — Februari 19, 2009 @ 8:20 p | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: