Eko Hadi Prasetiyono

Februari 5, 2009

Jantiko Manteb di Masjid Annur Pare

Filed under: Umum — ekohadip @ 9:27 p

300px-firstsurahkoran Saya mendengar ada Jantiko Mantab ketika masih belajar di Universitas Jember. Kali pertama mendengar Jantiko Mantab saya bingung, apaan ini. Mungkin tidak hanya saya saja yang bingung atau bertanya-tanya. Ya rasasanya kedengaran seperti nama dalang ‘oye’ yang kondang itu. Ternyata ini merupakan kegiatan menyimak Alqur’an dari Hafidz, penghafal Alqur’an. Ini saya ketahui karena suami dari salah satu dosen di FKIP Universitas Jember ada yang jadi Penghafal Alqur’an. Selain itu ada teman satu kost yang aktif menghadiri kegiatan ini.
Kemarin acara ini dihelat di Masjid Annur Pare. Masjid ini tepat berada di seberang jalan dari SMA Negeri 1 Pare. Pengunjung kegiatan semaan Alqur’an ini membludak begitu banyak sehingga meluber sampai halaman masjid. Perlu diketahui bahwa masjid Annur ini merupakan masjid Agung Kabupaten Kediri, begitu besar masjid ini sehingga bisa menampung ribuan pengunjung.
Kegiatan ini tidak hanya berupa semaan Alqur’an, tetapi ada juga kegiatan lain sebagai tambahan, misalnya Dzikrul Ghofilin, Tahlil dan ceramah untuk menambah ilmu keagamaan. Hujan tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menghadiri kegiatan semaan ini. Buktinya banyak pengunjung yang berasal dari luar Pare datang dengan naik berbagai kendaraan. Ada yang naik sepeda motor, mobil bahkan ada yang mau berdesak-desakan naik truk.
Kegiatan semaan Alqur’an ini dimulai pagi hari sesaat setelah selesainya Ssholat subuh. Dibuka oleh KH. Muhsin Isman dari Semanding. Kemudian dilanjutkan oleh para penghafal lain secara bergantian. Pada sore-malam hari sebelum khatam diselingi dengan acara pembacaan dzikrul ghofilin. Dzikrul Ghofilin adalah dzikir yang disusun dan dirintis oleh Almarhum KH.Sidiq, Gus MIK dengan para kyai sepuh lain.
Setelah pembacaan Dzikrul Ghofilin dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh KH. Habib Jamal dari Malang. Beliau merupakan salah satu Dzuriat, keturunan langsung, Nabi Muhammad SAW. Inti dari ceramah adalah bahwa kita sebagai manusia sebaiknya tidak:fanatik, dzalim, kikir, khianat, dengki, menggunjing kejelekan orang lain.
Dengan selesainya ceramah, sebagai acara penutup adalah melanjutkan semaan Alqur’an beberapa Surat yang ada pada juz terakhir (juzz 30) secara bersama-sama dengan para pengunjung. Do’a penutup khotmil Qur’an dipimpin oleh KH. Muhsin Isman.

Semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang salah atau kurang berkenan.

2 Komentar »

  1. Assalamulaikum.. hehehe… Jantiko kan nama yang diberikan orang tua saya 30 tahun yang lalu….

    Komentar oleh Widy Jantiko — Januari 21, 2010 @ 8:24 p | Balas

    • wa alaikum salam wr wb. hm hm keren

      Komentar oleh ekohadip — Januari 22, 2010 @ 6:57 p | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: