Eko Hadi Prasetiyono

November 15, 2008

SYUKUR

Filed under: Umum — ekohadip @ 8:01 p

Alhamdulillah

Allah telah menambah nikmatnya pada kita hari ini.  Kita diberi kesempatan untuk hidup lagi.  Di pagi yang sejuk, kita dibangunkan oleh Allah dari tidur kita. Kita diberi kenikmatan yang tak terhingga hitungannya, kita tidak bisa mengkalkulasinya dengan uang. Sangat sulit!

PiyoMari kita coba menghitung dari yang kecil.  Ketika baru bangun, kita bisa membuka kelopak mata kita dengan baik. Seandainya hanya bisa terbuka satu mata, kita akan kebingungan ada apa dengan mata sebelahnya.  Setelah kedua mata kita terbuka, kita bisa mengedipkan kedua kelopak mata kita. Seandainya tidak bisa berkedip,  waaah hanya  mlolo (tidak berkedip) betapa sengsaranya kita. Bisa kita bayangkan dengan mata terbuka tanpa berkedip, kita ke pasar. Bisa-bisa kita dikira menantang orang. Belum lagi kalau ada lalat, sang lalat bisa hinggap di mata.

“Walah, kalau begitu ya pakai kaca mata hitam, kan aman dari serangan lalat atau debu serta tidak nampak menantang orang”, Mungkin ada yang bilang begitu.

Boleh, boleh berargumen seperti itu.  Tapi pernahkah anda mencoba untuk tidak berkedip selama, ya katakanlah satu sampai lima menit. Betapa panas terasa di mata kita.  Apalagi dalam waktu yang cukup lama, kalau sempat ke pasar kan lama. Iya kan?.

Belum nikmat-nikmat yang lain yang menempel di badan kita, sangat banyak.  Saya pernah mendengarkan suatu ceramah yang disiarkan oleh suatu stasiun radio. Maaf, saya tidak bisa menyebutkan radio apa dan penceramahnya siapa, karena memang saya tidak tahu tentang kedua hal tersebut. Koq tidak tahu.  Ya, pertama radio saya tidak jelas penunjuk gelombangnya. Kedua, saya terlambat mengikuti ceramah itu dan tidak sampai selesai ceramah, saya harus ke kantor. Ketiga, saya menemukan gelombang radio itu tanpa sengaja.

Jantung kita, ternyata memang betul-betul sangat berharga. Pada ceramah tersebut, Pak Ustadz menceritakan salah satu koleganya menderita sakit jantung dan harus di operasi di RS Harapan Kita Jakarta. Beliau mendapat informasi, untuk operasi jantung perlu jantung bantuan untuk menggantikan sementara fungsi jantung yang dioperasi.  Untuk operasi jantung tersebut dibutuhkan waktu delapan menit. Sedangkan biaya sewa “jantung pengganti” tadi per menit Delapan Juta. Jadi kalau delapan menit butuh Enam Puluh Empat Juta. Betapa besar biaya yang dibutuhkan untuk operasi jantung, belum biaya rawat inapnya.

Melihat paparan di atas, kita patut sangat bersyukur bahwa kita diberi sehat. Coba kalau kita hitung berapa milyar yang dibutuhkan untuk hidup kita dari bayi dengan jantung kita.  Kalau kita harus menyewa seperti yang di atas tersebut. Kita tidak mampu untuk menghitung nikmat Allah yang diberikan pada kita.

Bersyukur tidak hanya diucapkan. Kita menjalankan sholat dengan sebaik mungkin juga merupakan rasa syukur kita pada Allah. Untuk yang beragama selain islam, saya kira bisa dilakukan sesuai dengan ajarannya.

Sekecil apapun nikmat yang diberikan kepada kita, kalau kita syukuri, akan bisa membuat kita merasa senang tenang dan menentramkan pikiran kita. Seberapapun besarnya yang diberikan pada kita, kalau kita tidak mensyukurinya ya tetap tidak akan menentramkan jiwa kita.  Kaya yang sebenarnya terletak pada hati. Kaya hati.

Maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan di hati.

1 Komentar »

  1. i mizz u sir..
    You’re my favrte teachr!

    Komentar oleh alim adi tantomo — Desember 3, 2008 @ 7:17 p | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: