Eko Hadi Prasetiyono

Oktober 28, 2009

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928.

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 8:31 p

28 Oktober 2009

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedoea :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Dan saya sebagai Pemuda Indonesia berjanji akan meneruskan semangat persatuan dan kesatuan dari Sumpah Pemuda tersebut untuk:
1 . Senantiasa Melestarikan Pancasila Sebelum Pancasila Diakui Oleh Bangsa Lain.
2. Senantiasa Melestarikan Batik Indonesia Sebelum Batik Indonesia Diakui
Bangsa Lain.
3. Senantiasa Melestarikan Bahasa Daerah Sebelum Bahasa Daerah Kita Diakui Bangsa Lain.
4. Senantiasa Melestarikan Kebudayaan Bangsa Indonesia Sebelum Kebudayaan Kita Diakui Bangsa Lain.
5. Senantiasa Mengisi Kemerdekaan Dengan Kebaikan Sebelum Diisi Dengan Keburukan Oleh Bangsa Lain.

Sumpah Pemuda pada dasarnya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Sumpah bisa dimaknai adanya ikatan perjanjian suci antara manusia kepada Allah dan tanah air. Oleh karena itu setiap pemuda (warga negara Indonesia) wajib mengikat adanya perjanjian suci dengan Allah ini serta menerapkannya dalam sikap cinta. Cinta terhadap tanah air, cinta budaya, cinta persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta terhadap bahasa persatuan Indonesia.

Sumpah Pemuda sebaiknya tidak hanya terucap dalam lisan tetapi harus diniati dengan hati yang tulus ikhlas, dan dibuktikan dengan perbuatan yang nyata. Semangat dan rasa nasionalisme serta patriotisme harus selalu ditumbuhkan untuk memajukan negara demi masa depan yang lebih cemerlang.

Pemuda Indonesia harus selalu berusaha untuk mengedepankan nasionalisme dan patriotisme. Hal ini perlu ditekankan karena adanya rong-rongan dari negara lain. Akhir-akhir ini kita sering mendengar adanya pengakuan dari bangsa lain (terutama Malaysia) terhadap khasanah kekayaan bangsa Indonesia. Berbagai respon (demonstrasi) muncul terhadap pengakuan tersebut. Demonstrasi menentang pengakuan tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta sebagai ibu kota negara tetapi juga terjadi di berbagai daerah di tanah air.

Kejadian pengakuan terhadap khasanah kekayaan bangsa Indonesia oleh negara lain bisa jadi disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap kekayaannya yang begitu melimpah. Namun kita juga tidak boleh serta merta menyalahkan pemerintah. Kita sebagai pemuda juga harus instropeksi sampai sejauh mana kita terlibat dalam pelestarian kekayaan bangsa itu.

Pemuda Indonesia, marilah kita berbuat yang terbaik bagi negara kita. Kita tanya pada diri kita masing-masing “Apa yang sudah kita perbuat untuk negara Indonesia ini?”

September 6, 2009

Hikmah dari Nuzulul Qur’an

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 10:15 p
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

300px-FirstSurahKoran Bulan Ramadhan adalah bulan puasa dan sekaligus bulan diturunkannya Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT diberikan kepada Rasullullah Muhammad SAW pada tanggal tujuh belas Ramadhan.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an biasa disebut dengan Nuzulul Qur’an. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan.

Dari peristiwa turunnya Al-Qur’an membawa perubahan bagi manusia di muka bumi. Turunnya al-Qur’an sebagai putunjuk bagi manusia untuk memperoleh jalan yang benar yaitu cahaya Iman dan Islam.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an terjadi di gua hira’. Ketika Nabi mengalami guncangan jiwa yang luar biasa. Guncangan jiwa ini membuat  Nabi Muhammad saat itu harus menyendiri di gua hira’ guna menenangkan jiwa beliau yang gundah gulana. Dan turunlah Al-Qur’an.  Al-Qur’an turun tidak serta merta gedebuk komplit satu kitab.  Al-Qur’an turun pertama kali hanya  Surat Al-Alaq ayat satu sampai ayat lima.

Berikut ini adalah isi Surat Al-Alaq ayat satu sampai lima:

“Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Surat Al-Alaq ayat satu sampi lima ini merupakan jawaban atas kegelisahan dan kerisauan yang dialami oleh nabi Muhammad SAW melihat kenyataan akan kebodohan atau jahiliyah. Nabi Muhammad saat itu risau dengan keadaan bangsa Arab yang bersuku-suku dan bermusuhan. Mereka menuhankan patung dan berhala buatan manusia sendiri. Nabi Muhammad`kemudian menyendiri untuk menepi (menenangkan diri) di gua hira’ sampai akhirnya turun wahyu Al-Qur’an tersebut.

Allah menunjukkan kepada Nabi Muhammmad bahwa hanya kepada Allah SWT manusia bersandar dari segala sesuatu. Allah yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Pada ayat berikutnya Allah menunjukkan sifat Allah yang maha pemurah. Hanya kepada Allah manusia meminta segala sesuatu. Berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah yang maha mulya.

Pada Surat Al-Alaq ini terlihat jelas bahwa ayat-ayat ini  mengajar manusia dengan perantaraan kalam yang perlu dibaca. Hal ini  menujukkan budaya tulis menulis. Al-Quran menunjukkan kemajuan manusia yang dicapai melalui budaya tulis menulis. Pada jaman jahiliyah  itu hanya dikenal dengan budaya lisan, berupa syair-syair, namun Allah mengajarkan manusia dengan kalamNya. Suatu perubahan budaya dalam Al-Qur’an.

Ilmu dan pengetahuan dipelajari dari warisan buku-buku yang ditulis oleh para ilmuwan sebelumnya. Demikian juga kitab Al-Qur’an, ditulis dan namun terjaga keasliannya hingga saat ini. Karena Allah menjamin akan keaslian Al-Quran. Banyak penghafal Al-Qur’an tersebar ke segala penjuru dunia.

Sebagai muslim seharusnya kita  bisa mengambil pelajaran dari turunnya Surat Al-Alaq sebagai  ‘Wahyu’ yang pertama diberikan pada manusia lewat perantara Nabi Muhammad. Wahyu ini untuk mengingatkan manusia agar belajar tentang baca serta tulis menulis. Menuliskan semua pengetahuan yang ada di alam semesta. Tidak hanya di bumi tetapi alam semesta sebagai satu kesatuan. Mengkaji  butiran-butiran makna Al-Qur’an sebagai landasan teori dasar pengetahuan.

Tidak bisa dipungkiri, bangsa yang memiliki peradaban maju, adalah bangsa yang memiliki tradisi tulis menulis yang kreatif, yang jujur. Apa yang ditulis merupakan hal yang sebenarnya. Tidak ada usaha untuk menyelewengkan peristiwa sejarah yang sebenarnya. Tidak seperti di negara kita Indonesia ini. Kita masih sering menemukan perdebatan tentang suatu peristiwa. Misalnya peristiwa pada bulan September tahun seribu sembilan ratus enam puluh lima, secara pasti peristiwanya bagaimana masih ada pro dan kontra. Ada lagi tentang surat perintah sebelas Maret (Supersemar) bagaimana.

Penulisan suatu sejarah atau pengetahuan yang jujur akan mempunyai makna yang berarti bagi peradaban masa mendatang. Sehingga generasi mendatang bisa belajar dari buku-buku yang dihasilkan oleh generasi sebelumnya.

Semoga bermanfaat dan maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan.

September 5, 2009

Ramadhan and Lebaran

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 3:33 p
Tags: , , , ,

Perpisahan xii is1 What is Ramadhan? Ramadhan is a fasting month for muslims. The fast begins in the morning just before sunrise, at Imsak, and is broken at maghrib which falls at sunset. Fasting during the month of Ramadhan is one of the five pillars of Islam and an obligation for devout Muslims.

During the month of Ramadhan, Muslims must refrain from eating, drinking, smoking, marital relations or getting angry during the daylight hours. In addition, those fasting are supposed to refrain from bad habits – lying, getting angry, using bad language as well as to be more diligent in prayer and give to charities. It is believed that fasting heightens spirituality and develops self-control.

Actually the people who are expected to fast are: adults, the people who have reached the age of puberty . On the other hands muslims who are not expected to fast are: children, women who are having their period of menstruation , travelers, the sick, those with long-term illnesses, pregnant or breastfeeding women and the mentally ill.

The muslims who fast awaken early in the morning to have a meal before subuh. It is known as sahur. In order to awaken the faithful, the call to prayer is sounded from neighborhood mosques. In addition, groups of young boys do ‘ronda’. They walk around neighborhoods beating on drums and other noise makers to awaken the faithful.

The breaking of the fast at sunset is a very social occasion for which special foods are prepared for gatherings with family or friends. When the muslims hear the sound of the athan on the television or radio or the call to prayer from the neighborhood mosque at sunset. The muslims know it’s time to break their fast known as buka puasa. This is usually done with a very sweet drink, for instance; kolak and sweet snacks usually kurma. Maghrib prayer is done before a full meal is served. Then, they do Tarawih prayer. The prayer is held after Isya’ prayer in neighborhood mosques and or at gatherings every evening at about 19:00 p.m. These tarawih prayers are not compulsory but most muslims do it.

At the end of the month of Ramadhan and its special religious observance is the Eid holiday, called Idul Fitri or Lebaran in Indonesia. Oh yeah… before they do Eid prayer, they should pay Zakay Fitrah. In the lebaran this is the time when Muslims visit their family and friends to ‘Sungkem’ to parents and the elders ask for forgiveness for any wrongs they have committed in the previous year. They express this wish in the phrase “Mohon Maaf Lahir Batin” which means “forgive me from the bottom of my heart/soul for my wrong doings in the past year”.

Idul Fitri begins with mass prayer gatherings early in the morning at mosques, open fields, parks and on major streets. It is an amazing sight to see rows of hundreds of Muslim women all dressed in their mukena performing the synchronized prayer ritual. Muslim men tend to wear sarong, traditional shirts or baju koko and hats or kopyah to Idul Fitri morning prayers.

Traditional foods are consumed, family and friends gather to ask forgiveness and exchange greetings, new clothing is worn but it is not a must.

At last, forgive me from the bottom of my heart for all of my wrong doings. And Happy Idul Fitri.

Agustus 7, 2009

Si Burung Merak – WS RENDRA 06-08-2009 Pukul 22.05 Meninggal Dunia

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 12:26 p

Baru kemarin lusa mbah Surip meninggal dunia. Pada hari ini Kamis Enam Agustus Dua Ribu Sembilan Pukul 22.05 Indonesia kembali berduka dengan kepergian Aktor dan Penyair terkenal Willibrordus Surendra Broto Rendra yang dikenal dengan Si Burung Merak dalam usia tujuh puluh empat tahun (7 November 1935–6 Agustus 2009).

Siapa yang menyangka kalau Si Burung Merak begitu cepat terbang tinggi ke kehidupan yang abadi. Memang beliau sakit, namun siapa yang dapat menduga kalau setelah mbah Surip yang dimakamkan di Bengkel Teater milik Si Burung Merak, yang empunya bengkel teater menyusul meninggalkan dunia fana ini.

Selamat Jalan “Penyair Besar Kebanggaan Indonesia “WS~ RENDRA” – Abadilah dalam Kedamaian. Semoga Arwahmu Diterima Allah Dengan Segala Kebaikanmu, sementara segala kekurangan salah dan dosa semoga diampuni Allah.

Juli 23, 2009

Kejutan Di Hari Lahirku

Diarsipkan di bawah: Umum — ekohadip @ 8:09 p

Kemarin hari  Rabu Tanggal dua puluh dua bulan Juli tahun Dua Ribu Sembilan merupakan hari ulang tahun bagi diriku, terasa ada yang berbeda dengan hari ulang tahun biasanya.

Mulai kemarin lusa malam ucapan selamat ulang tahun dengan beraneka do’a yang baik terus mengaliri baik lewat sms maupun facebook saya. Datangnya ucapan itu membuat salah satu teman FB bertanya-tanya, yang benar tanggal dua puluh satu atau dua puluh dua. Merasa bingung dia ikut-ikutan mengucapkan pada tanggal dua puluh satu malam. Barangkali tidak puas,  pada tangga dua puluh dua pagi kembali mengucapkan selamat ulang tahun. ‘Lebih afdhol kalau tepat tanggalnya, dia menjelaskan’. Saya tegaskan yang betul ya yang tertulis di profil FB itu berarti tangga dua puluh dua juli.

Di tempat kami, tidak membiasakan untuk merayakan ulang tahun dengan acara tiup lilin, apalagi pesta yang meriah. Kebiasaan untuk mensyukuri nikmat bertambahnya umur biasanya dengan mengadakan do’a bersama serta berbagi kesenangan sesuai dengan kemampuan.

Saya sendiri menikmati acara tiup lilin saat ulang tahun karena perhatian dan kebaikan orang-orang di sekitar saya. Seingat saya, pertama kali meniup lilin ketika saya sudah menjadi mahasiswa. Pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Taman  Kab. Bondowoso ada kejutan dari teman-teman KKN dan pemuda desa setempat, untuk perayaan ulang tahun dengan tiup lilin.

Perayaan ulang tahun dengan tiup lilin yang kedua terjadi kemarin  siang. Sehabis sholat dzuhur dan istirahat sepulang dari SMA Negeri 1 Pare, telepon di rumah berdering. Si penelpon bertanya apakah saya ada di rumah atau tidak. Saya jawab bahwa saya sendiri yang menjawab telepon. Si penelpon yang menyembunyikan identitas ketika saya tanya siapa ada apa. Dia hanya berpesan bahwa saya tidak usah kemana-mana. Waah .. Pasti sales yang mau datang.

Sekitar lima belas sampai dua puluh menit kemudian, ada suara gemuruh banyak motor di depan rumah. Saya masih tidak punya pikiran apa-apa. Saya pikir, tamu untuk rumah depan.

Kemudian … thok thok suara pintu diketuk. “Assalamu’alaikum”…. beberapa siswi datang dan masuk rumah, setelah saya jawab salamnya “waalaikumsalam” serta saya persilakan masuk dan duduk. “Mampir boleh to pak?” tanya mereka. Saya masih belum ada firasat kalau akan terjadi sesuatu.

Karena saya terbiasa menerima konsultasi macam-macam yang berhubungan dengan dunia anak muda yang penuh dengan gejolak cinta serta masa depan mereka nantinya. Saya tegaskan saya bukan paranormal atau dukun loh. Mereka percaya untuk berkonsultasi alasan yang mereka gunakan adalah karena saya bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia. Alasan yang lain karena waktu konsul banyak diajak guyon. Ah masa guyon?

Selang beberapa saat setelah anak-anak yang tadi duduk. Eeeeeeee… menyusul beberapa siswi datang sambil membawa kue ulang tahun yang ada lilin di atas kue tadi. Mereka masuk sambil bernyanyi… nyanyian khas ulang tahun. Mereka diikuti banyak siswi dan beberapa siswa. Memang tidak banyak siswa-nya di kelas tersebut.

Jadilah rumahku istanaku penuh dengan canda tawa ria anak-anak mantan kelas XI IS 3 walaupun saya juga memperhatikan ada beberapa siswi yang bukan anggota kelas tadi. Ramailah suasana rumahku istanaku.

Mereka berhasil membuat diriku terkejut dan merasa senang dengan perhatian mereka yang penuh kejutan itu.

Terima kasih atas perhatian anak-anak serta teman-teman FB semua. Semoga semua kebaikan anda dibalas oleh Allah dengan imbalan yang lebih baik. Maaf maaf kalau saya punya salah. Terima kasih.

Juni 15, 2009

MENEGANGKAN, MEMALUKAN DAN MENYENANGKAN (sebuah catatan di hari pengumuman kelulusan siswa)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 9:51 p

pagi di sanur Hari merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh para siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Ya… mereka sangat menantikan kedatangan hari ini. Ini merupakan salah satu hari yang (sangat) menentukan dalam hidup mereka. Sebagian besar dari para siswa sangat menantikan kedatangan hari ini, walaupun ada sebagian kecil yang kurang atau bahkan tidak memperhatikan sama sekali akan hari ini. Betul, saya yakin anda sudah tahu, hari ini merupakan hari pengumuman kelulusan siswa SMA dan sederajat.

Berhari-hari sudah mereka kelimpungan dengan akan datangnya hari ini. Ketika masih lama, mereka seakan tidak begitu perhatian. Biasa saja. Namun, dengan adanya kejadian yang menghebohkan dunia pendidikan di tanah air – lebih dari tiga puluh sekolah yang diberitakan tidak lulus seratus persen -, maka para siswa menjadi lebih memperhatikan kedatangan hari ini.

Berita kedatangan hari pengumuman yang simpang siur, serta ditambah dengan gosip bahwa pengumuman dilaksanakan tanggal dua belas Juni, maka berbondong-bondonglah siswa ke sekolah (ini mungkin hanya di tempat saya). Hal ini semakin menambah ketegangan menantikan hari ini. Ada juga yang bisa merasa sedikit agak lega, karena mereka mendapat kabar yang kabur bahwa pengumuman akan dilaksanakan bulan depan. Berita ini ada yang menyikapi dengan ekspresi yang menunjukkan ketidaksenangan, mereka ini merasa semakin dag dig dug saja.

Di sekolah kami, sejak datangnya reformasi, pengumuman kelulusan diberikan ke siswa dengan kertas tertutup amplop dan dikirim melalui kurir. Di awal reformasi, pengumuman seperti ini dikirim ke rumah masing-masing siswa. Bisa dibayangkan, tempat tinggal siswa (kurang lebih tiga ratus siswa) yang tidak sama, bahkan ada yang lain kabupaten dengan jarak lebih dari tiga puluh kilo meter. Pengumuman yang sampai ke siswa ada yang lebih dari jam enam petang. Siswa dan orang tua/wali siswa kelimpungan menunggu hasil pengumuman yang begitu lama. Akhirnya, belajar dari kejadian tersebut dibuatlah suatu kebijakan baru. Siswa yang mempunyai tempat tinggal yang berdekatan atau searah atau sesuai kemauan siswa dikelompokkan di tempat tertentu. Di tempat itulah siswa menerima hasil – pengumuman kelulusan. Namun ada kebijakan tersendiri untuk tahun ini, karena ada siswa-siswa yang tidak lulus, khusus yang tidak lulus pengumuman diantar ke rumah tempat tinggal masing-masing.

Aaaaaaaaaah datang juga kau hari pengumuman. Tahun ini merupakan tahun yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sungguh luar biasa- sangat jauh dari biasa kalau tahun – tahun lalu sekolah kami bisa meluluskan seratus persen. Untuk tahun ini hanya bisa meluluskan sembilan puluh enam koma delapan belas persen.

Perasaan malu tentu ada, namun tidak perlu larut dalam-dalam. Itulah fakta yang harus diterima. Itulah hasil terbaik yang bisa dicapai untuk tahun ini. Mungkin Allah mengingatkan bahwa kami harus berbuat lebih baik lagi. Perasaan gembira ria melorot runtuh sedikit demi sedikit menjadi sedih…peeeedddddiiiiiiiihhhh ….. melihat hasil nilai ujian nasional siswa. Satu persatu kami teliti. Banyak terdapat nilai sembilan (wuiiih lebih dari seratus lima puluh nilai)…. delapan (masih sangat menggembirakan) …. tujuh….. enam….. lima ….. empat koma dua lima …………………………………. aaaaaahhhhh ada yang tiga koma sekian ……………… oh oh oh oh ………. turun lagi ………… uuuuuhhhhh uuuuuuuuuuhhh uuuuuuh ada yang dua koma nol nol.

Dada terasa sesak menyaksikan ada beberapa nilai dengan kepala dua dan tiga. Alamat yang nyata bahwa mereka tidak lulus. Sungguh tragis…. hanya satu nilai yang dengan kepala yang mematikan itu siswa-siswi dengan nilai yang rata-rata di atas tujuh harus tersungkur atau paling tidak tertunduk lesu – malu bercampur gregetan yang tidak karu-karuan – harus menerima keadaan t i d a k l u l u s.

HHHHHuuuuuuuuuuuuuuuuup ………………… wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuh hhhhhuuuuuuuuuuuup ………………………………..wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuh hhhhhuuuuuuuuuuuup ………………………………..wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuh yah harus ambil dan mengeluarkan nafas dalam dulu. Sedikit demi sedikit semakin lega. Sesak di dada terasa hilang.

Yuup. Bisa dibayangkan, para siswa duduk termenung. Ada yang menyendiri, ada yang berkelompok dengan tiga atau empat teman yang akrab. Ada juga yang biasa-biasa, terasa tidak ada yang istimewa dengan hari ini. Ada juga yang sedikit berbicara, menerawang jauh dengan sambil berkata lirih .. lulus apa tidak ya. Berkata begitu pambil membayangkan ketika mengerjakan ujian banyak yang tidak bisa. Kesal dan menyesal kenapa dulu tidak relajar dengan rajin. Ya menyesal memang datangnya belakangan.

Breeem breeem diiiiiiiin diiiiiiiin. Kurir datang. Horeee …..horeeee horeeeee. Betapa riuh riangnya para siswa yang menerima hasil pengumuman dengan pemberitahuan kalau mereka lulus. Mereka buka amplop masing masing. Ada yang mengawali dengan do’a Bismillah semoga lulus. Ada membuka amplop sambil menutup mata. Dan …….. sebentar kemudian terdengar teriakan Aku luluuuus…. Aku jugaaaa….. Alhamdulillah… Puji Tuhan teriak mereka sambil jabat tangan.. ada yang saling cium pipi (biasanya cewek-cewek yang melakukan ini). Macam-macam tingkah polah yang menunjukkan kegembiraan mereka.

Bagi para siswa yang tidak lulus, jangan terlalu berkecil hati. Anda sudah berusaha sebaik mungkin- hanya nasib baik – sedikit kurang berpihak pada anda. Tumbuhkan semangat untuk selalu relajar, masih ada kesempatan. Segera hubungi sekolah untuk segera daftar di progam paket C. Kalau tidak ada perubahan ujian paket C dilaksanakan tanggal 23 sampai dengan 26. Tumbuhkan semangat untuk menjadi lebih baik. Semoga sukses.

Saya ucapkan selamat kepada anda semua yang lulus. Merayakan kegembiraan karena lulus itu baik. Bersyukur pada Allah, terima kasih pada orang tua. Itu jangan lupa.

Alangkah bijaksananya anda, kalau anda melaksanakan perayaan kegembiraan dengan tidak berkonvoi dan atau corat-coret di tempat yang tidak semestinya, baju tau tembok. Itu tidak baik. Rayakan kegembiraan anda dengan melakukan kebaikan. Jangan membuat teman anda yang tidak lulus semakin shock melihat tingkah anda yang bisa jadi mereka artikan penghinaan bagi yang tidak lulus. Beri dukungan, motivasi kepada teman anda yang tidak lulus, untuk bisa menghadapi kenyataan dengan lapang dada dan bijaksana.

Semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan.

Mei 26, 2009

In House Training

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 8:52 p

Dua hari mulai hari ini sebanyak enam belas guru dari SMA Negeri 1 Pare mengikuti In House Training (IHT).

Materi IHT selama dua hari ini:
1. Pembukaan
2. Orientasi Kegiatan IHT Pengembangan konten PSB
3. Konsep dan Pedoman Pengelolaan PSB
4. Pembuatan account e-mail
5. Pengenalan situs PSB
6. Simulasi :
– Mendownload Bahan Ajar
– Pengiriman Bahan Ajar
– Review bahan ajar

7. Pembuatan Bahan Ajar/Bahan Ujian Berbasis TIK
8. Laporan Akhir/Penutupan

Sepertinya dua hari ini kami harus menggunakan segala kemampuan dan energi untuk fokus pada pengelolaan belajar mengajar.
Semoga apa yang kami laksanakan hari ini dan besok akan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tidak hanya di SMA Negeri 1 Pare, tetapi juga mencakup ruang lingkup yang lebih luas.

Mei 20, 2009

Aaaaah Nak Kanak Ria!

Diarsipkan di bawah: Ide yang baru muncul — ekohadip @ 12:10 p

Mungkin ada yang bertanya-tanya apa maunya nulis koq dengan judul seperti di atas. Namun mungkin ada juga yang sudah paham dengan arti judul seperti itu.

pagi di sanur Ya bagi mereka yang sudah pernah tahu dan paham bahasa Madura mengerti sudah apa  maunya judul itu. Saya yang hanya tahu sedikit tentang bahasa Madura berani menggunakan  judul seperti itu, kurang lebih judul di atas berarti Aaaaah Anak-anak Ini!.

Kenapa saya koq menulis seperti itu? Ada beberapa alasan yang saya mau sampaikan.

1. Ada aturan di sekolah, kalau di halaman sekolah siswa yang berkendaraan harus turun dan untuk kendaraan bermotor, mesin dimatikan.  Namun faktanya, masih ada saja siswa yang masih perlu diingatkan/diminta untuk turun dan mematikan mesin. Ini tidak hanya terjadi pada siswa namun siswi pun masih ada yang seperti itu.

2. Kebersihan kelas, sudah disediakan tempat sampah di depan kelas. Masih ada saja siswa/siswi  yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Ada yang membuang sampah di dalam kelas bahkan ada yang memasukkan ke dalam laci bangku. Ada yang membuang sampah di dalam pot bunga dan lain-lain, intinya banyak yang membuang sampah sembarangan. Mestinya, siswa/siswi SMA tidak seperti itu.

3.  Siswa kelas XII sudah tidak ada pelajaran lagi karena Unas dan Ujian Praktek sudah selesai dilaksanakan. Tidak salah memang kalau siswa/siswi tersebut ada yang ke sekolah untuk menyelesaikan administrasi dan mencari informasi yang berhubungan dengan sekolah atau perguruan tinggi. Namun yang menjadi perhatian  adalah ada siswa yang ke sekolah, masih jam kanor,  memakai sandal jepit dan berkaos oblong. Tentu ini semestinya tidak perlu terjadi kalau anak tersebut merasa masih siswa di sekolah. Walaupun bukan siswapun rasanya kurang pantas kalau ke sekolah dan perlu dengan sekolah hanya memakai sandal jepit dan kaos oblong.

4.  Siswa terlambat. Sering terjadi keterlambatan pada siswa/siswi tertentu. Saya katakan seperti itu karena seperti berlangganan saja, kebanyakan yang terlambat ya itu itu saja siswa/siswi-nya. Alasan klasik yang digunakan adalah bangun kesiangan. Bahkan ada siswa yang kalau ke sekolah naik sepeda motor keluaran baru, dan jarak dari rumah ke sekolah hanya tiga kilo meter, juga berlangganan untuk terlambat.

Mestinya masih banyak hal yang bisa ditulis di sini, namun saat ini, saya rasa cukup itu dulu karena saya masih harus melakukan aktifitas yang lain.

Semoga menjadi inspirasi untuk mengkoreksi diri.

Maaf maaf kalau ada kesalahan.

April 25, 2009

BERGURU PADA ALAM

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 12:10 p

Pelaksanaan Ujian  Nasional telah  berakhir kemarin, kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan masih harus dan harus terus dilakukan, baik secara pribadi maupun kelompok. formal maupun informal. Bagi mereka yang mau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, jelas mereka harus mempersiapkan diri untuk memasuki perguruan tinggi mana yang mereka inginkan. Bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan secara formal mereka bisa mendapatkan secara informal. Bagi yang kreatif bisa menyimak alam sebagai wahana untuk belajar.

tretes-3-b Berikut ini adalah apa yang pernah disampaikan oleh mindset  motivator handal (Krishnamurti) yang mau berbagi dengan senang hati demi lebih baiknya negeri ini.

1. Berguru pada Pohon Bambu
Kenapa pohon bambu? Ya pohon bambu terus membangun fondasi dimana dia berdiri agar        tetap kokoh…
Terus membangun ruas demi ruas kehidupan yang ulet hingga menjulang sangat tinggi… Ia mengikuti mengikuti ke mana pun terpaan angin, tanpa melawan, namun tetap kembali ke tempat semula.
Pohon bambu mengajarkan pada kita tentang Kesabaran untuk membangun, perlu waktu            untuk Kekokohan, Berprinsip namun tetap Lembut… Bisa mengikuti perubahan jaman namun tidak meninggalkan atau tidak melupakan asal usulnya.

2. Berguru pada Pelangi
Pelangi akan bersinar indah setelah air hujan turun…
Demikian pun sukses akan bersinar indah setelah air mata kegagalan turun…

Kegagalanlah  yang membuat seseorang bisa sukses menjadi bermakna dan berhikmana, karena ia mengambil pelajaran dari kegagalannya, dia tidak putus asa.

3. Berguru pada Bunga Teratai
Air bersih bukanlah pilihan hidup bunga teratai.
Alam mengatur sedemikian rupa agar warna teratai terlihat.
Itulah dia, teratai. Tetap memancarkan sinar lembut indah.
Walau tumbuh di dalam air yang berlumpur sekalipun.

4. Berguru pada Laba-Laba
Usaha yang terus-menerus serta kesabaranlah yang membuat laba-laba terus bertahan              hidup sampai ajal memanggilnya. Ia berupaya untuk mendapatkan makanan/rizki semampu dia. Dia melakukannya dengan menjaring mangsa. Dia juga menyimpan / menabung sisa-sisa makanannya. Dia akan  makan tabungannya ketika dia tidak mendapatkan mangsa.

5. Berguru pada Daun Talas
Talas, engkau mampu menampung air, namun engkau tidak menyerap air. Air yang datang kepadamu. Tidak ada niat kau miliki sendiri. Melainkan kau kembalikan ke bumi. Tidak mengambil yang tidak kau butuhkan. Hanya menyerap sesuai kebutuhan.
Intinya tidak serakah dalam mendapati kenikmatan, mau berbagi.

6. Berguru pada Padi
Saat muda terus menjulang tinggi. Setinggi harapan yang bisa digapai. Mengisi dan terus mengisi si kantong padi.Terus terisi dan terus merunduk. Makin berisi, makin menunduk.
Pelajaran yang bisa kita petik adalah. Kita harus terus belajar dan belajar. Namun ketika ilmu sudah didapatkan, tidak akan menunjukkan kesombongan. Tetap tunduk dan tawadu’.

7. Berguru pada Semut
Kerjasamamu sudah terkenal dari dunia ada. Ketekunanmu selalu menjadi bincangan.
Kekuatanmu mengangkat lebih dari tubuhmu, mengagumkan!. Kekompakan kelompokmu, jadi ulasan para motivator. Kehebatanmu bahkan dibuat film animasi. Namun, yang kukagumi adalah…
Walaupun manusia mengagumimu. Engkau tetap sederhana dan terus berkarya.
Tak peduli omongan orang akan kehebatanmu. Berkarya sesuai rancangan indah sang Pencipta.

8. Berguru pada Pohon Kelapa
Daun mudamu dirajut bungkus ketupat. Janur mudamu diumbai tanda bahagia. Batang daun      dikumpul satu menjadi sapu. Sapu lidi disebutnya. Menyapu fungsinya. Pelepahpun                  diduduk, diseret gembira anak-anak. Terseret luka untuk mengajarkan kerja sama.
Sabut kelapa lembut pembersih piring dan gelas. Arang batok kelapa membuat senyum tukang sate Madura. Air kelapa hijau menjadi obat pembuang racun tubuh. Air kelapa muda menjadi sahabat segar sang dahaga. Santan kelapa tua menjadi sahabat semua dapur.
Muda berguna, tuapun tetap berguna. Ah, luar biasa!
Saat pohonmu kecil, indah dilihat. Saat pohonmu besar, kuat menjaga pantai.
Saat daunmu lebat, rindang berteduh. Dari atas sampai bawah, engkau berguna.
Dari muda sampai tua, engkaupun berguna. Ah, memang pengabdian adalah misi muliamu.

10. Berguru pada Burung Pipit.
Makan hanya satu demi satu butiran. Makan hanya untuk berkarya. Dengan jeli menilik dahan-dahan kering. Dengan tekun, diangkut ke tempat aman.
Disusun potong demi potong. Membentuk tempat aman untuk pelanjut.
Nyaman dan hangat untuk hidup si pelanjut.
Sampai saatnya si pelanjut hadir bercuit.
Karya kehidupanpun terus berlanjut.

11. Berkaca di depan diri.

Lalu, aku, sobatku, anak-anakku dan semuanya!
Apa yang kau takutkan?
Gapailah mimpimu! Kejarlah citamu!
Disekitarmu ada SEMUA GURUMU!
Mereka tidak membisu. Mereka selalu menuntunmu.
Dengan  senyum yang penuh arti.
Dan, hanya hati jernih yang bisa mengerti.
Jernihkan hatimu, rahasia alampun terbuka.

April 18, 2009

Semoga Sukses Para Anak Bangsa

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — ekohadip @ 9:54 p

Hari ini merupakan hari hari terakhir bagi siswa siswi SMA dan SMK untuk mempersiapkan diri guna menghadapi UNAS, karena besok Senin 20 April sampai dengan 24 April 2009 mereka harus menghadapi UNAS.

waajahku Siswa-siswi SMA Negeri 1 Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur, khususnya kelas XII juga akan mengikuti UNAS. Segala daya upaya sudah dilakukan untuk mempersiapkan diri baik dari segi materi pelajaran maupun dari segi persiapan mental diri. Bimbingan belajar sudah dijalani lebih dari dua belas kali pertemuan, artinya mereka diberi bekal tambahan untuk menghadapi UNAS. Belum lagi ditambah dengan bimbingan khusus  pada hari Minggu atau mungkin ada juga siswa-siswi berusaha mengikuti bimbingan  belajar di luar sekolah.

Istighosah serta doa bersama sudah dilakukan berkali-kali. Baik secara umum diikuti oleh seluruh siswa baik kelas X, XI, dan terutama kelas XII. Ada upaya  do’a bersama khusus yang dilakukan oleh siswa-siwi kelas XII. Untuk Istighosah dan do’a bersama yang dilakukan oleh kelas XII ada yang perkelas, ada juga yang gabungan dengan beberapa kelas.

Dalam rangka untuk menumbuhkan motivasi para siswa dalam menghadapi UNAS pada khususnya dan belajar pada umumnya. Pihak sekolah memberikan fasilitas ekstrakurikuler klub remaja ceria, yang berintikan pendidikan akhlak sopan santun bergaul berlandaskan agama serta motivasi belajar yang baik. Sekolah juga berusaha dengan mendatangkan motivator dari Malang.

Segala upaya ini dilakukan demi anak bangsa. Supaya para siswa-siswi SMA Negeri 1 Pare  siap menghadapi UNAS dengan baik. Jelas kelulusan 100% dengan nilai yang sangat baik yang diharapkan. Ilmu yang berkah dan bermanfaat semoga melekat erat pada diri kita masing-masing.

Namun ada hal yang tidak terduga. Allah mempunyai kehendak lain. Tadi malam kelas XII is 1 dan beberapa siswa dari kelas lain mengadakan do’a bersama di mushola sekolah. Seusai do’a bersama beberapa siswa merasa lapar dan mencari makan malam. Dalam perjalanan pulang tiga sepeda motor dengan enam siswa mengalami kecelakaan, ditabrak mobil. Satu siswa harus rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri di  Pelem Pare karena kondisinya yang cukup parah. Satu siswa dibawa ke sangkal putung (tempat perawatan patah tulang secara tradisional) karena mengalami retak tulang. Sedangkan keempat siswa yang lain tidak mengalami luka yang berarti sehingga bisa pulang ke rumah masing-masing. Semoga Allah segera memberi kesembuhan sehingga mereka bisa mengikuti UNAS.

Benang merah yang bisa ditarik dari uraian kejadian di atas adalah kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdo’a, Allah lah penentu segalanya.

Semoga semua anak bangsa yang akan mengikuti UNAS bisa mengikuti dengan baik dan berhasil dengan baik dan membawa berkah bagi semuanya. Amiin.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.